Bromo?? Mungkin sudah tidak tidak asing lagi bagi kalangan para traveler dan backpacker. bahkan berkat keindahan yang disuguhkannya, kaum awam pun telah mengenal salah satu destinasi wisata terbaik yang dimiliki indonesia ini. mulai dari view point Penanjakan 1 dan Penanjakan 2 yang menurut beberapa sumber sebagai salah satu tempat menyaksikan sunrise terbaik di jawa timur, Bukit Cinta, entah atas dasar apa bukit ini dinamakan bukit cinta, yang jelas dari bukit ini kita dapat melihat indahnya wilayah TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) secara lengka. selanjutnya, ada Kawah Bromo, dari kesekian bnyak tempat yang ada dikawasan TNBTS, mungkin Kawah bromo inilah yang menjadi tujuan utama bagi para pelancong untuk memuaskan mata dengan pemandangan yang begitu indah. tak habis disitu, masih ada Pasir Berbisik, namanya saja sudah terdengar sedikit aneh, namun di padang pasir ini memiliki keunikan berupa butiran-butiran pasir yang salih bergesekan sehingga terdengar seperti suara bisikan. di tempat terakhir yang wajib dikunjungi di kawasan bromo ini adalah Padang ilalang, atau biasa disebut Bukit teletubis. dinamai bukit teletubis karena beberapa bagian dibukit ini ditumbuhi rumput-rumput hijau yang menyerupai bukit teletubis yang ada didalam film. Semua itu diatas baru pendahuluan, sekarang lngsung menuju poko bahasan, yakni cerita perjalanan pertama gue menuju Kawasan Bromo.
Perjalanan ini dimulai ketika gue melihat postingan "Open
Trip" ke Bromo Tanggal 14-15 Maret 2015 dengan Budget 325K dengan tujuan
yang gue sebutkan diatas tadi + Air terjun Madakaripura dari group facebook
" Jatim Backpacker". Saat melihat postingan di facebook tersebut gue
langsung tertarik untuk mengikutinya dikarenakan hati gue sakit karena rencana
liburan gue bersama teman kelas gue cancel karena alasan yang sama sekali gak
jelas, (maklum anak sma labil) jadi gue memutuskan untuk mencoba menenangkan
hati dan jiwa gue. akhirnya gue menghubungi cp yang ada di postingan tersebut
dan gue setuju dengan mentransfer 300K sebagai dp, maklum Meeting point Open
Trip kali ini di Surabaya dan gue sendiri domisili di Lamongan. Hari yang gue
tunggu pun akhirnya tiba. Sabtu, 14 Maret. gue tetap menjalankan aktifitas
normal gue sebagai pelajar, yakni bersekolah. setelah pulang sekolah, gue
berangkat menuju surabaya dari Ndapur (Depan Lamongan Plaza) pukul 19.00 WIB
dengan bus Sari Indah dengan Biaya 12K. sesampainya disurabaya, Gue berniat
untuk mampir dirumah nenek gue (Siapa tau diberi uang saku :D ) yang tak jauh
dari tempat penjemputan gue, yakni, didepan stasiun Wonokromo. sesampainya
diterminal Purabaya pukul, gue menaiki bus kota dengan biaya 6K menuju rumah
nenek gue di Wonokromo. Setelah nyampek dirumah nenek, akhirnya apa yang gue
harapkan pun terjadi. Hahaha,, dapat tambahan saku 50k, lumayan buat ngganjel
perut. Wajar saja, dari rumah orang tua gue sebenarnya gk nyetujuin buat gue
berangkat tpi tekat gue udah bulat, konsekuensinya gue gk dapat saku dari orang
tua.
Langsung saja, gue menuju stasiun wonokromo untuk menunggu mobil
jemputan, setelah 1 jam menunggu, akhirnya mobilpun datang, orang didalam pun
menyambut gue dengan senyum. Didalam mobil, kami bertujuh hanya terdiam karena
tak satupun dari kami saling mengenal. Akhirnya gue tertidur, tak taunya tiba
tiba ketika gue bangun pukul 02.30 WIB sudah nyampek Terminal Sukapura. Dari terminal
ini, gue dan rombongan melanjutjan perjalanan dengan mobil jeep hardtop menuju
penanjakan 1. Setelah berjalan kurang lebih 1 jam, akhirnya saya nyampek. Di penanjakan
1, kami menunggu untuk menyaksikan sunrise. Di penanjakan 1 ini, sudah ratusan
orang berkumpul untuk menikmati sunrise yang menurut saya gitu-gitu aja gak ada
spesialnya. Liat aja fotonya
Penanjakan 1 berubah menjadi lautan manusia saat menjelang matahari terbit
Semua sibuk dengan Kamera dan gadget yang mereka bawa untuk mengabadikan moment sunrise
Liat saja berapa orang yang ada didepan gue, belum lagi yang ada dibelakang pantat gue :D
Ketika mentari mulai menampakkan dirinya
Setelah dari penanjakan 1, kami melanjutkan perjalanan menuju
Bukit cinta, dari sinilah seluruh kawasan TNBTS tampak dengan indah. Gue dan
temen2 menyempatkan foto-foto di bukit ini. Dari tempat inilah kami mulai
terlihat akrab 1 sama lain. Lihat saja foto dibawah
Papan nama Bukit Cinta
Numpang naris :D
Sesampainya di bawah kawah bromo (bukan didalemnya loo ya :D) kami
langsung menuju kawah bromo dengan jalan kaki menaiki tangga yang sudah ada. Males
ngetik banyak.. liat fotonya ajaa :D
Nggak tau mau ngasih keterangan apa :D
Kalau anda merasa lelah namun masih ingin menuju Kawah Bromo, Kuda beserta bapak ini siap menganntarkan anda sampai tangga dengan biaya sekitar 100K-75K (tergantung yang nawar :D)
Gue sih jalan kaki saja biar badan sehat, biar dompet serta kantong sehat juga :D
Malah sibuk foto padahal yang lain udah jalan :p
Si Bapak serta kudanya sedangg menunggu datangnya Rupiah
Numpang narsis lagi :D
Kawah Bromo yang menyemburkan asap berbau belerang yang kucup menyengat
Gunung Butak dilihat dari lereng kawah Bromo
Narsis lagi :D
Bingung mau ngasih keterangan apa
Tangga untuk memudahkan menuju Kawah Bromo
Pura yang ada dibawah kawah Bromo yang digunakan oleh warga hindu Tengger untuk beribadah
Narsis lagi di Pasir Berbisik
Padang Ilalang di Bukit Teletubis
Jeep yang mengantarkan kami keliling kawasan TNBTS
Ini, teman baru gue yang sok jadi model. haha :D
Narsis yang terakhir :D
Setelah selesai menelusuri kawasan TNBTS, tujuan selanjutnya
adalah menuju Air Terjun Madakaripura Lumajang. Namun akhirnya gue harus gigit
jari karena hujan yang cukup lebat melanda wilayah Lumajang sehingga cukup
berbahaya bagi pengunjung untuk mengunjungi air terjun tersebut.Bingung mau ngasih keterangan apa
Tangga untuk memudahkan menuju Kawah Bromo
Ngeri ngeliat bunga edelweis ini dijual oleh warga sekitar, padahal bunga ini termasuk dilindung :(
"Bunga abadi yang tak abadi lagi"
Pura yang ada dibawah kawah Bromo yang digunakan oleh warga hindu Tengger untuk beribadah
Narsis lagi di Pasir Berbisik
Padang Ilalang di Bukit Teletubis
Jeep yang mengantarkan kami keliling kawasan TNBTS
Ini, teman baru gue yang sok jadi model. haha :D
Narsis yang terakhir :D
Dengan dibatalkannya tujuan air terjun tersebut, akhirnya gue
harus puas dengan hanya mengunjungi Kawasan Bromo saja.
Indahnya alam ini perlu kita lestarikan bersama, jangan hanya kita yang bisa merasakan indahnya ciptaan Tuhan ini. namun, kita juga harus mewariskan alam ini bagi generasi penerus kita kelak. agar meraka tahu kalo Tuhan itu Maha Indah.
3 Hal yang wajib dilakukan oleh siapapun yang berkunjung disuatu daerah terutama bagi para penggiat alam, pecinta alam, backpacker, serta traveler, maupun para kaum awam yang pertama, yakni
1. Jangan meninggalkan apapun kecuali jejak
2. Jangan membunuh apapun kecuali waktu
3. Jangan membawa pulang apapun kecuali gambar dan pengalaman
Indahnya alam ini perlu kita lestarikan bersama, jangan hanya kita yang bisa merasakan indahnya ciptaan Tuhan ini. namun, kita juga harus mewariskan alam ini bagi generasi penerus kita kelak. agar meraka tahu kalo Tuhan itu Maha Indah.
3 Hal yang wajib dilakukan oleh siapapun yang berkunjung disuatu daerah terutama bagi para penggiat alam, pecinta alam, backpacker, serta traveler, maupun para kaum awam yang pertama, yakni
1. Jangan meninggalkan apapun kecuali jejak
2. Jangan membunuh apapun kecuali waktu
3. Jangan membawa pulang apapun kecuali gambar dan pengalaman
Sekian Postingan pertama gue, nantikan postingan gue selanjutnya
menelusuri indahnya alam Indonesia
Satu kalimat dari gue... INDONESIA GAK ADA HABISNYA COYY...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar