Kembali lagi dengan gue, orang yang tak henti hentinya “ngepoin” indahnya tetesan surga yang ada di negeri kita tercinta Indonesia Raya. Pada kesempatan ini gue mau ngeshare pengalaman pendakian gue di gunung Penanggungan jawa timur. secara administratif gunung ini berada diperbatasan 3 kabupaten, yakni Mojokerto, Sidoarjo, dan Pasuruan. Gunung ini merupakan gunung yang dulunya merupakan pusat peradaban pada zaman kerajaan mojopahit dengan bukti ditemukannnya puluhan candi yang ada disekitar lereng gunung. Gunung yang mempunyai ketinggian 1653 Mdpl dan memiliki nama lain Gunung pawitra. Untuk mencapai gunung ini ada beberapa jalur pendakian yang bisa dipilih oleh para pendaki, namun jalur yang paling umum dilalui oleh para pendaki adalah melalui jalur Tamiajeng, tepatnya didesa Tamiajeng, Trawas, Mojokerto. Gunung ini sangat dianjurkan untuk para pendaki pemula seperti saya karena karena jalur pendakian menuju puncaknya hanya dibutuhkan waktu 5-7 jam saja. Langsung saja biar gk banyak ngebacot yang gk jelas, inilah kisaku... eng .. ing..eng.... :D
Perjalan ini dimulai ketika hari rabu 28 Januari 2015. Saat disekolah tiba-tiba seisi sekolah begemuruh ketika mendengar hari kamis diliburkan karena seluruh guru ada pertemuan. Gue sendiri bingung mau pergi kemana kalo besok libur. Akhirnya pas waktu di kost, temen saya yg bernama yusuf pun merasakan hal yang sama. Setelah beberapa menit berfikir, akhirnya kami berdua memutuskan untuk melakukan pendakian menuju gunung penanggungan. Saat itu menunjukkan pukul 16.00 WIB. Gue nyiapin keperluan yang dibutuhkan buat pendakian nanti, mulai tas carrier yang gue pinjam dari Ekstra Pecinta Alam disekolahan, nyewa tenda dgn biaya 25K, Senter, Jaket dll. Setelah semua siap, kami berangkat sekitar pukul 17.00 WIB. Baru keluar kost tiba-tiba hujan lebat turun begitu saja, tampaknya Tuhan tidak merestui perjalanan ini (sok tau :D), saat diperjalanan kami mampir ke sebuah minimarket untuk membeli bekal untuk dimakan di perjalanan nanti. Setelah membeli beberaoa snack, kami melanjutkan perjalanan menuju pos perijinan pendakian yakni di desa Tamiajeng Trawas Mojokerto. Gue sedikit ragu antara jalur pendakian ini dibuka/ditutup karena berhembus kabar kalo sebentar lagi pemerintah kabupaten mojokerto akan menjadikan gunung penanggungan ini sebagai destinasi utama wisata di mojokerto dengan membangunkan anak tangga mulai dari titik awal pendakian sampai puncak gunung. Sesampainya di warung dekat pos perijinan 20.30 gue memarkirkan sepeda motor dan pesen makan, wajar dari tadi siang kami berdua belum makan. Sambil menunggu pesanan gue berbicang dengan bapak-bapak yg ada diwarung, akhirnya gue lega kalo jalur pendakian masih buka dan dibilangi kalo tadi ada 15 pendaki yg sudah naik keatas. Akhirnya gue menuju pos perijinan untuk membayar biaya administrasi sebesar 7K. Setelah semua siap gue langsung berangkat memulai pendakian, kami mulai menjauh dari sinar-sinar lampu pos perijinan. Gue sadar kalo peralatan yang gue bawa sangat terbatas dan bisa disebut kalo perjalanan ini nekat. Senter yang gue bawa belum di cass/charge sama sekali, alhasil ditengah perjalanan senter itupun sedikit rewel, untung gue masih ada hp Nokai jadul yang ada senternya :D. Akhirnya kami nyampe sabana atau biasa disebut puncak bayangan tepat pukul 11.00 WIB, tempat yang biasa digunakan untuk pendaki menginap/mendirikan tenda untuk beristirahat kami menemui beberapa tenda sudah berdiri di tempat ini. Kami pun juga ikut mendirikan tenda untuk beristirahat. Kamipun terlelap.
Disinilah kami berdua merasakan kehangatan diatas gunung :D
(dilarang berfikir negatif)
kami terbangun pukul 02.30. tak ingin ketinggalan sunsrise, kami cepat-cepat meninggalkan tenda dan melanjutkan perjalanan menuju puncak. Kami tiba dipuncak pukul 04.54 dan masih belum ada siapapun yang ada di puncak kecuali gue dan yusuf. Seperti kaum muda lainnya hal yang tak akan lepas adalah berfoto ria sambil menunggu atraksi alam yakni sunrise.. liat saja beberapa foto narsis dibawah ini :D
Ini temen gue yg bernama yusup
ini gue sendiri :D
Gak tau namanya, yg jelas ini dibawah tiang bendera
Matahari perlahan mulai keluar
Gue gk mau ketiggalan foto sama matahari
Narsis dikit gapapa kan :D
Gue bikin tulisan buat difoto :D
#PenanggunganTolakReklamasi
Makan popcorn itu gak harus di bioskop :D
Foto sama hasil tulisan tadi
Orang gila lagi merenungi nasibnya
inilah segelintir orang yang ada di puncak saat itu
Setelah puas berfoto-foto ria, gue dan yusuf memutuskan untuk turun ke puncak bayangan. di puncak bayangan kami menghabiskan sedikit bekal yang kami beli dari minimarket kemarin. setelah kami mengemasi barang bawaan, kami melanjutkan perjalanan pulang. tak lupa, sebelum kami turun kebawah, kami menyempatkan untuk berfoto-foto ria lagi.
Setelah puas berfoto-foto ria, tepat pukul 09.00 kami turun kebawah. sesampainya dibawah kami mengambil motor kami dan pergi menuju warung mak Ti, tepatnya didepan kantor balai desa Tamiajeng untuk mengisi perut yang sudah keroncongan sejak tadi masih diatas
Daftar menu di warung Mak Ti
Setelah perut kenyang, kami melanjutkan perjalanan menuju kost dan nyampek di kost sekitar pukul 16.00 dan akhirnya kami tertidur pulas karena kelelahan
Sekian pengalaman pendakian gue digunung Mungil ini, nantikan pengalaman perjalanan gue atau info baru tentang wisata yg ada di Indonesia ini di postingan berikutnya





















Tidak ada komentar:
Posting Komentar