Rabu, 18 Maret 2015

Pendakian di Gunung Penanggungan


Kembali lagi dengan gue, orang yang tak henti hentinya “ngepoin” indahnya tetesan surga yang ada di negeri kita tercinta Indonesia Raya. Pada kesempatan ini gue mau ngeshare pengalaman pendakian gue di gunung Penanggungan jawa timur. secara administratif gunung ini berada diperbatasan 3 kabupaten, yakni  Mojokerto, Sidoarjo, dan Pasuruan. Gunung  ini merupakan gunung yang dulunya merupakan pusat peradaban pada zaman kerajaan mojopahit dengan bukti ditemukannnya puluhan candi yang ada disekitar lereng gunung. Gunung yang mempunyai ketinggian 1653 Mdpl dan memiliki nama lain Gunung pawitra. Untuk mencapai gunung ini ada beberapa jalur pendakian yang bisa dipilih oleh para pendaki, namun jalur yang paling umum dilalui oleh para pendaki adalah melalui jalur Tamiajeng, tepatnya didesa Tamiajeng, Trawas, Mojokerto. Gunung ini sangat dianjurkan untuk para pendaki pemula seperti saya karena karena jalur pendakian menuju puncaknya hanya dibutuhkan waktu 5-7 jam saja. Langsung saja biar gk banyak ngebacot yang gk jelas, inilah kisaku... eng .. ing..eng.... :D

Perjalan ini dimulai ketika hari rabu 28 Januari 2015. Saat disekolah tiba-tiba seisi sekolah begemuruh ketika mendengar hari kamis diliburkan karena seluruh guru ada pertemuan. Gue sendiri bingung mau pergi kemana kalo besok libur. Akhirnya pas waktu di kost, temen saya yg bernama yusuf pun merasakan hal yang sama. Setelah beberapa menit berfikir, akhirnya kami berdua memutuskan untuk melakukan pendakian menuju gunung penanggungan. Saat itu menunjukkan pukul 16.00 WIB. Gue nyiapin keperluan yang dibutuhkan buat pendakian nanti, mulai tas carrier yang gue pinjam dari  Ekstra Pecinta Alam disekolahan, nyewa tenda dgn biaya 25K, Senter, Jaket dll. Setelah semua siap, kami berangkat sekitar pukul 17.00 WIB. Baru keluar kost tiba-tiba hujan lebat turun begitu saja, tampaknya Tuhan tidak merestui perjalanan ini (sok tau :D), saat diperjalanan kami mampir ke sebuah minimarket untuk membeli bekal untuk dimakan di perjalanan nanti. Setelah membeli beberaoa snack, kami melanjutkan perjalanan menuju pos perijinan pendakian yakni di desa Tamiajeng Trawas Mojokerto. Gue sedikit ragu antara jalur pendakian ini dibuka/ditutup karena berhembus kabar kalo sebentar lagi pemerintah kabupaten mojokerto akan menjadikan gunung penanggungan ini sebagai destinasi utama wisata di mojokerto dengan membangunkan anak tangga mulai dari titik awal pendakian sampai puncak gunung. Sesampainya di warung dekat pos perijinan 20.30 gue memarkirkan sepeda motor dan pesen makan, wajar dari tadi siang kami berdua belum makan. Sambil menunggu pesanan gue berbicang dengan bapak-bapak yg ada diwarung, akhirnya gue lega kalo jalur pendakian masih buka dan dibilangi kalo tadi ada 15 pendaki yg sudah naik keatas. Akhirnya gue menuju pos perijinan untuk membayar biaya administrasi sebesar 7K. Setelah semua siap gue langsung berangkat memulai pendakian, kami mulai menjauh dari sinar-sinar lampu pos perijinan. Gue sadar kalo peralatan yang gue bawa sangat terbatas dan bisa disebut kalo perjalanan ini nekat. Senter yang gue bawa belum di cass/charge sama sekali, alhasil ditengah perjalanan senter itupun sedikit rewel, untung gue masih ada hp Nokai jadul yang ada senternya :D. Akhirnya kami nyampe sabana atau biasa disebut puncak bayangan tepat pukul 11.00 WIB, tempat yang biasa digunakan untuk pendaki menginap/mendirikan tenda untuk beristirahat kami menemui beberapa tenda sudah berdiri di tempat ini. Kami pun juga ikut mendirikan tenda untuk beristirahat. Kamipun terlelap.

Disinilah kami berdua merasakan kehangatan diatas gunung :D
(dilarang berfikir negatif)

kami terbangun pukul 02.30. tak ingin ketinggalan sunsrise, kami cepat-cepat meninggalkan tenda dan melanjutkan perjalanan menuju puncak. Kami tiba dipuncak pukul 04.54 dan masih belum ada siapapun yang ada di puncak kecuali gue dan yusuf. Seperti kaum muda lainnya hal yang tak akan lepas adalah berfoto ria sambil menunggu atraksi alam yakni sunrise.. liat saja beberapa foto narsis dibawah ini :D
 Ini temen gue yg bernama yusup

 ini gue sendiri :D
Gak tau namanya, yg jelas ini dibawah tiang bendera

Matahari perlahan mulai keluar

 Gue gk mau ketiggalan foto sama matahari

 Narsis dikit gapapa kan :D


Gue bikin tulisan buat difoto :D

#PenanggunganTolakReklamasi


 Makan popcorn itu gak harus di bioskop :D

Foto sama hasil tulisan tadi

 Orang gila lagi merenungi nasibnya

 inilah segelintir orang yang ada di puncak saat itu

Setelah puas berfoto-foto ria, gue dan yusuf memutuskan untuk turun ke puncak bayangan. di puncak bayangan kami menghabiskan sedikit bekal yang kami beli dari minimarket kemarin. setelah kami mengemasi barang bawaan, kami melanjutkan perjalanan pulang. tak lupa, sebelum kami turun kebawah, kami menyempatkan untuk berfoto-foto ria lagi.






Setelah puas berfoto-foto ria, tepat pukul 09.00 kami turun kebawah. sesampainya dibawah kami mengambil motor kami dan pergi menuju warung mak Ti, tepatnya didepan kantor balai desa Tamiajeng untuk mengisi perut yang sudah keroncongan sejak tadi masih diatas

Daftar menu di warung Mak Ti

Setelah perut kenyang, kami melanjutkan perjalanan menuju kost dan nyampek di kost sekitar pukul 16.00 dan akhirnya kami tertidur pulas karena kelelahan

Sekian pengalaman pendakian gue digunung Mungil ini, nantikan pengalaman perjalanan gue atau info baru tentang wisata yg ada di Indonesia ini di postingan berikutnya

Selasa, 17 Maret 2015

Perjalanan Menelusuri Bromo





Bromo?? Mungkin sudah tidak tidak asing lagi bagi kalangan para traveler dan backpacker. bahkan berkat keindahan yang disuguhkannya, kaum awam pun telah mengenal salah satu destinasi wisata terbaik yang dimiliki indonesia ini. mulai dari view point Penanjakan 1 dan Penanjakan 2 yang menurut beberapa sumber sebagai salah satu tempat menyaksikan sunrise terbaik di jawa timur, Bukit Cinta, entah atas dasar apa bukit ini dinamakan bukit cinta, yang jelas dari bukit ini kita dapat melihat indahnya wilayah TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) secara lengka. selanjutnya, ada Kawah Bromo, dari kesekian bnyak tempat yang ada dikawasan TNBTS, mungkin Kawah bromo inilah yang menjadi tujuan utama bagi para pelancong untuk memuaskan mata dengan pemandangan yang begitu indah. tak habis disitu, masih ada Pasir Berbisik, namanya saja sudah terdengar sedikit aneh, namun di padang pasir ini memiliki keunikan berupa butiran-butiran pasir yang salih bergesekan sehingga terdengar seperti suara bisikan. di tempat terakhir yang wajib dikunjungi di kawasan bromo ini adalah Padang ilalang, atau biasa disebut Bukit teletubis. dinamai bukit teletubis karena beberapa bagian dibukit ini ditumbuhi rumput-rumput hijau yang menyerupai bukit teletubis yang ada didalam film. Semua itu diatas baru pendahuluan, sekarang lngsung menuju poko bahasan, yakni cerita perjalanan pertama gue menuju Kawasan Bromo.

Perjalanan ini dimulai ketika gue melihat postingan "Open Trip" ke Bromo Tanggal 14-15 Maret 2015 dengan Budget 325K dengan tujuan yang gue sebutkan diatas tadi + Air terjun Madakaripura dari group facebook " Jatim Backpacker". Saat melihat postingan di facebook tersebut gue langsung tertarik untuk mengikutinya dikarenakan hati gue sakit karena rencana liburan gue bersama teman kelas gue cancel karena alasan yang sama sekali gak jelas, (maklum anak sma labil) jadi gue memutuskan untuk mencoba menenangkan hati dan jiwa gue. akhirnya gue menghubungi cp yang ada di postingan tersebut dan gue setuju dengan mentransfer 300K sebagai dp, maklum Meeting point Open Trip kali ini di Surabaya dan gue sendiri domisili di Lamongan. Hari yang gue tunggu pun akhirnya tiba. Sabtu, 14 Maret. gue tetap menjalankan aktifitas normal gue sebagai pelajar, yakni bersekolah. setelah pulang sekolah, gue berangkat menuju surabaya dari Ndapur (Depan Lamongan Plaza) pukul 19.00 WIB dengan bus Sari Indah dengan Biaya 12K. sesampainya disurabaya, Gue berniat untuk mampir dirumah nenek gue (Siapa tau diberi uang saku :D ) yang tak jauh dari tempat penjemputan gue, yakni, didepan stasiun Wonokromo. sesampainya diterminal Purabaya pukul, gue menaiki bus kota dengan biaya 6K menuju rumah nenek gue di Wonokromo. Setelah nyampek dirumah nenek, akhirnya apa yang gue harapkan pun terjadi. Hahaha,, dapat tambahan saku 50k, lumayan buat ngganjel perut. Wajar saja, dari rumah orang tua gue sebenarnya gk nyetujuin buat gue berangkat tpi tekat gue udah bulat, konsekuensinya gue gk dapat saku dari orang tua.

Langsung saja, gue menuju stasiun wonokromo untuk menunggu mobil jemputan, setelah 1 jam menunggu, akhirnya mobilpun datang, orang didalam pun menyambut gue dengan senyum. Didalam mobil, kami bertujuh hanya terdiam karena tak satupun dari kami saling mengenal. Akhirnya gue tertidur, tak taunya tiba tiba ketika gue bangun pukul 02.30 WIB sudah nyampek Terminal Sukapura. Dari terminal ini, gue dan rombongan melanjutjan perjalanan dengan mobil jeep hardtop menuju penanjakan 1. Setelah berjalan kurang lebih 1 jam, akhirnya saya nyampek. Di penanjakan 1, kami menunggu untuk menyaksikan sunrise. Di penanjakan 1 ini, sudah ratusan orang berkumpul untuk menikmati sunrise yang menurut saya gitu-gitu aja gak ada spesialnya. Liat aja fotonya
Penanjakan 1 berubah menjadi lautan manusia saat menjelang matahari terbit

Semua sibuk dengan Kamera dan gadget yang mereka bawa untuk mengabadikan moment sunrise

Liat saja berapa orang yang ada didepan gue, belum lagi yang ada dibelakang pantat gue :D
Ketika mentari mulai menampakkan dirinya
Setelah dari penanjakan 1, kami melanjutkan perjalanan menuju Bukit cinta, dari sinilah seluruh kawasan TNBTS tampak dengan indah. Gue dan temen2 menyempatkan foto-foto di bukit ini. Dari tempat inilah kami mulai terlihat akrab 1 sama lain. Lihat saja foto dibawah
Papan nama Bukit Cinta

Numpang naris :D
Rekan-rekan sedang menikmati pemandangan dari Bukit Cinta
Sesampainya di bawah kawah bromo (bukan didalemnya loo ya :D) kami langsung menuju kawah bromo dengan jalan kaki menaiki tangga yang sudah ada. Males ngetik banyak.. liat fotonya ajaa :D


 Nggak tau mau ngasih keterangan apa :D

 Kalau anda merasa lelah namun masih ingin menuju Kawah Bromo, Kuda beserta bapak ini siap menganntarkan anda sampai tangga dengan biaya sekitar 100K-75K (tergantung yang nawar :D)
Gue sih jalan kaki saja biar badan sehat, biar dompet serta kantong sehat juga :D
 Malah sibuk foto padahal yang lain udah jalan :p

 Si Bapak serta kudanya sedangg menunggu datangnya Rupiah
 Numpang narsis lagi :D

 Kawah Bromo yang menyemburkan asap berbau belerang yang kucup menyengat

Gunung Butak dilihat dari lereng kawah Bromo
Narsis lagi :D

Bingung mau ngasih keterangan apa

 Tangga untuk memudahkan menuju Kawah Bromo

Ngeri ngeliat bunga edelweis ini dijual oleh warga sekitar, padahal bunga ini termasuk dilindung :(
"Bunga abadi yang tak abadi lagi"

 Pura yang ada dibawah kawah Bromo yang digunakan oleh warga hindu Tengger untuk beribadah

Narsis lagi di Pasir Berbisik

Padang Ilalang di Bukit Teletubis 

 Jeep yang mengantarkan kami keliling kawasan TNBTS

Ini, teman baru gue yang sok jadi model. haha :D
Narsis yang terakhir :D

Setelah selesai menelusuri kawasan TNBTS, tujuan selanjutnya adalah menuju Air Terjun Madakaripura Lumajang. Namun akhirnya gue harus gigit jari karena hujan yang cukup lebat melanda wilayah Lumajang sehingga cukup berbahaya bagi pengunjung untuk mengunjungi air terjun tersebut.

Dengan dibatalkannya tujuan air terjun tersebut, akhirnya gue harus puas dengan hanya mengunjungi Kawasan Bromo saja.

Indahnya alam ini perlu kita lestarikan bersama, jangan hanya kita yang bisa merasakan indahnya ciptaan Tuhan ini. namun, kita juga harus mewariskan alam ini bagi generasi penerus kita kelak. agar meraka tahu kalo Tuhan itu Maha Indah.

3 Hal yang wajib dilakukan oleh siapapun yang berkunjung disuatu daerah terutama bagi para penggiat alam, pecinta alam, backpacker, serta traveler, maupun para kaum awam yang pertama, yakni
1. Jangan meninggalkan apapun kecuali jejak
2. Jangan membunuh apapun kecuali waktu
3. Jangan membawa pulang apapun kecuali gambar dan pengalaman



Sekian Postingan pertama gue, nantikan postingan gue selanjutnya menelusuri indahnya alam Indonesia

Satu kalimat dari gue... INDONESIA GAK ADA HABISNYA COYY...